Rp105 Miliar untuk 87 Sekolah di Lombok Timur NTB

 

Arisbalik.web.id – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti meresmikan program revitalisasi satuan pendidikan di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Minggu (17/5/2026). Pemerintah mengalokasikan Rp105 miliar untuk memperbaiki 87 sekolah dari jenjang PAUD hingga SLB di kabupaten tersebut.

87 Sekolah dari PAUD hingga SLB

Program revitalisasi di Lombok Timur menyasar 87 lembaga pendidikan dengan rincian 7 PAUD, 36 SD, 19 SMP, 9 SMA, 12 SMK, dan 4 SLB. Seluruh proses revitalisasi untuk tahun 2025 telah rampung 100 persen sesuai target yang ditetapkan.

Mendikdasmen menegaskan program ini merupakan bagian dari prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam AstaCita keempat, yakni membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul, sehat, dan berdaya saing tinggi.

Digitalisasi Ikut Diperkuat

Selain revitalisasi fisik, Kemendikdasmen juga mendistribusikan 7.080 perangkat Interactive Flat Panel (IFP) atau Papan Interaktif Pintar ke sekolah-sekolah di NTB dengan nilai Rp236,168 miliar. Khusus di Lombok Timur, sebanyak 1.739 IFP telah disalurkan dengan nilai Rp47,179 miliar.

Kehadiran perangkat digital ini diharapkan mendorong pembelajaran yang lebih interaktif dan merata, sejalan dengan agenda transformasi pendidikan nasional.

Target Nasional 71.744 Sekolah

Secara nasional, pemerintah menargetkan revitalisasi 11.744 satuan pendidikan pada 2026 dengan anggaran Rp14 triliun. Presiden Prabowo bahkan meminta tambahan hingga 60.000 satuan pendidikan, sehingga total yang direvitalisasi tahun ini bisa mencapai 71.744 sekolah.

Abdul Mu'ti menekankan tiga hal penting untuk memajukan pendidikan: mindset untuk maju, mental yang kuat, dan misi yang tulus. "Dengan kerja sama semua pihak, Kemendikdasmen menargetkan terwujudnya pendidikan bermutu untuk semua sesuai arahan Presiden melalui AstaCita keempat," katanya.

Peresmian di Lombok Timur menjadi bagian dari gerakan revitalisasi sekolah yang menyentuh seluruh pelosok Indonesia. Pemerintah menargetkan seluruh sekolah yang rusak dapat diperbaiki dalam lima tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo, selambatnya pada 2028.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama