Jakarta, Arusbalik.web.id – Ribuan mahasiswa dari empat perguruan tinggi di Jakarta turun ke jalan pada Senin, 15 Juni 2026. Mereka menyampaikan lima tuntutan kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, mulai dari evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG), penurunan harga BBM, hingga penolakan Rancangan Undang-Undang Kepolisian RI. Aparat kepolisian mengerahkan 5.955 personel gabungan untuk mengamankan aksi yang berlangsung di beberapa titik strategis ibu kota.
Empat Kampus Bergerak Serentak
Institut STIAMI, Universitas Trilogi, Universitas Paramadina, dan Universitas Bung Karno (UBK) menjadi kampus yang terlibat dalam aksi hari ini. Massa dari tiga kampus pertama melakukan long march dari kawasan Taman Ismail Marzuki menuju Silang Monas. Mahasiswa UBK bergerak dari Patung Bung Karno menuju Istana Negara dengan mengenakan kaus hitam dan almamater kampus.
Total massa yang diperkirakan turun ke jalan mencapai sekitar 500 mahasiswa. Dalam pamflet yang beredar, aksi ini menggunakan narasi "Reformasi Jilid II", "Seruan Aksi Massa", dan "Kuliah di Jalan".
Lima Tuntutan kepada Pemerintah
Mahasiswa membawa lima tuntutan utama. Pertama, mendesak pemerintah menstabilkan nilai tukar rupiah dengan menghentikan pemborosan APBN serta mengevaluasi program MBG dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Kedua, menuntut penurunan harga BBM dan kebutuhan pokok. Ketiga, mendesak Presiden Prabowo mengakui kegagalan kebijakan. Keempat, menolak pembahasan RUU Polri. Kelima, menuntut penghentian militerisasi di ruang sipil.
BEM UBK menyebutkan tema aksi mereka adalah "Tata Ulang Indonesia". Ketua BEM UBK Abdi menyatakan pihaknya tidak ingin aksi ini berujung pada perpecahan seperti demonstrasi 1998.
Pengamanan Berlapis di Titik Aksi
Polda Metro Jaya bersama sejumlah Polres mengerahkan 5.955 personel gabungan. Personel Brimob bersenjata lengkap disiagakan di kawasan Bundaran HI dan depan Istana Negara. Kepolisian juga menyiapkan rekayasa lalu lintas secara situasional sesuai kondisi lapangan.
Aksi ini merupakan kelanjutan dari demonstrasi pada Jumat, 12 Juni 2026, yang digelar BEM UI dan sejumlah kampus lain di kawasan Jalan Sudirman. Di Yogyakarta, aksi serupa juga berlangsung hari ini di simpang Gejayan, diikuti elemen mahasiswa dari UGM dan UII yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Memanggil.
Istana: MBG Tidak Akan Dihentikan
Pihak Istana Kepresidenan sebelumnya menegaskan pemerintah tidak akan menghentikan program MBG meski mendapat tekanan dari aksi mahasiswa. Pernyataan itu disampaikan merespons gelombang demonstrasi yang mulai marak sejak awal Juni 2026.
Hingga berita ini diterbitkan, aksi di Jakarta berlangsung kondusif. Kepolisian memastikan tidak ada penangkapan terhadap peserta demonstrasi.
