Dua Warga Tertembak Peluru Nyasar di Kampus UNP, TNI Investigasi

Arusbalik.web.id – Dua warga sipil tertembak diduga akibat peluru nyasar di kawasan Universitas Negeri Padang (UNP), Sumatera Barat, pada Selasa sore, 2 Juni 2026. Korban dilarikan ke rumah sakit dan salah seorang di antaranya harus menjalani operasi pengangkatan proyektil. Kasus ini kembali viral setelah TNI Angkatan Darat mengonfirmasi tengah melakukan investigasi, Kamis (4/6/2026).

Terjadi Saat Mahasiswi Rayakan Seminar Proposal

Peristiwa terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. Korban pertama adalah Nova Wirantika (25 tahun), mahasiswi Program Studi Pendidikan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial UNP yang baru saja menyelesaikan seminar proposal. Korban kedua, Guruh Guino, merupakan warga yang kebetulan berada di lingkungan kampus sebagai teman salah seorang mahasiswa UNP. Keduanya tertembak di area taman depan Gedung Rektorat.

Latihan Tembak TNI Berlangsung 800 Meter dari Kampus

TNI mengonfirmasi bahwa pada saat bersamaan sedang berlangsung latihan menembak menggunakan laras panjang oleh Batalyon Yonif TP 897 Singgalang sejak pagi hari. Lokasi lapangan tembak berjarak sekitar 800 meter dari kampus UNP Air Tawar. Meski demikian, pihak TNI belum bisa memastikan apakah peluru yang mengenai korban berasal dari satuan tersebut atau tidak.

Korban Jalani Operasi di RS Tentara

Satu mahasiswi UNP dan satu warga sipil dilarikan ke rumah sakit swasta, kemudian dirujuk ke Rumah Sakit dr. Reksodiwiryo atau Rumah Sakit Tentara untuk operasi pengangkatan proyektil. Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol menyatakan TNI menanggung seluruh biaya perawatan hingga korban sembuh.

Bukan Pertama Kali Terjadi di UNP

Sekretaris UNP Erianjoni menyebut insiden pada 2 Juni 2026 merupakan yang keempat kalinya peluru nyasar masuk kawasan kampus UNP, setelah kejadian serupa pada 2010, 2017, dan 2020. Dari seluruh kejadian yang pernah tercatat, insiden tahun ini dinilai yang paling parah karena menyebabkan dua korban sekaligus dan mengharuskan salah satu korban menjalani operasi.

Pihak kampus menyatakan terus mendampingi korban dan menunggu hasil investigasi resmi dari TNI terkait asal-usul proyektil yang mengenai kedua korban.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama