Arusbalik.web.id – Gelombang aksi demonstrasi mahasiswa kembali mewarnai sejumlah kota di Indonesia pada Rabu (17/6/2026). Ribuan massa turun ke jalan di Jakarta, Malang, Mamuju, dan Kuningan untuk menyuarakan keresahan terhadap kondisi ekonomi nasional, kebijakan pemerintah, dan situasi hukum yang dinilai memburuk. Aksi ini merupakan bagian dari rangkaian gerakan mahasiswa yang terus bergulir sejak awal Juni 2026.
Mulai dari Jakarta hingga Pelosok Daerah
Di Jakarta, lima titik menjadi lokasi unjuk rasa yang digelar oleh berbagai elemen mahasiswa dan masyarakat. Titik-titik tersebut meliputi kawasan Monas, Gedung DPR RI di Senayan, Sudirman-Thamrin, Kantor Badan Gizi Nasional (BGN), dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI.
Di luar Jakarta, gelombang serupa terjadi di Malang, Mamuju, hingga Kuningan. Di Malang, ratusan mahasiswa dari berbagai kampus memusatkan aksi di depan Gedung DPRD Kota Malang sejak pukul 09.00 WIB.
Tuntutan Mahasiswa
Secara umum, tuntutan yang disuarakan dalam aksi hari ini mencakup: penurunan harga BBM dan bahan pokok, evaluasi total atau penghentian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), penolakan militerisme di wilayah sipil, serta peninjauan ulang UU TNI dan UU Polri. Transparansi kebijakan fiskal pemerintah juga menjadi sorotan utama.
Akar Gerakan Sejak 12 Juni
Gelombang aksi mahasiswa ini bermula pada Jumat, 12 Juni 2026, dimotori mahasiswa Universitas Indonesia bersama elemen mahasiswa lainnya di Bundaran Hotel Indonesia (HI) dalam aksi bertajuk "Selamatkan Indonesia". Gelombang lanjutan terjadi pada Senin, 15 Juni 2026, menyasar Monas dan Gedung DPR/MPR. Gerakan kemudian menyebar ke Medan, Palembang, Surabaya, Makassar, dan kini semakin meluas pada 17 Juni 2026.
BEM SI Deklarasikan "Indonesia Darurat"
Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menggelar demonstrasi bertajuk "Indonesia Darurat" hari ini. Surat resmi BEM SI telah beredar sebelum pelaksanaan aksi. Tuntutan BEM SI senada dengan tuntutan elemen mahasiswa lainnya, yakni penurunan harga BBM dan bahan pokok, penghentian MBG, serta penolakan militerisme di ranah sipil.
Aksi hari ini masih berlangsung hingga sore hari di sejumlah titik. Belum ada pernyataan resmi dari pemerintah terkait tuntutan yang disampaikan para demonstran.
