Jakarta, Arusbalik.web.id – Operasional MRT Jakarta sempat lumpuh akibat gangguan pasokan listrik dari PT PLN (Persero). Insiden ini menyebabkan seluruh stasiun layang (elevated) mengalami kondisi pemadaman total atau blackout, sehingga ribuan penumpang terdampak di tengah jam sibuk sore hari.
Kepala Divisi Corporate Secretary PT MRT Jakarta (Perseroda), Rendy Primartantyo, mengonfirmasi gangguan operasional terjadi pukul 17.57 WIB akibat kendala pasokan listrik dari sisi PLN (CSW). Fasilitas yang terdampak meliputi penerangan, elevator, eskalator, serta sejumlah fasilitas pendukung lainnya di seluruh stasiun.
Blackout Total di Semua Stasiun Layang
Kondisi blackout total sempat melanda seluruh stasiun layang MRT Jakarta. Situasi ini memaksa penumpang berdesakan dalam kegelapan dan bergantung pada senter dari ponsel masing-masing untuk bergerak. Salah satu lokasi yang terdampak parah adalah Stasiun Lebak Bulus dan Stasiun Cipete di Jakarta Selatan.
Sepuluh penumpang dilaporkan sempat terjebak di dalam lift Stasiun MRT Lebak Bulus saat pasokan listrik padam. Petugas gabungan berhasil mengevakuasi seluruh penumpang tanpa ada korban luka. Insiden ini memunculkan pertanyaan tentang kesiapan infrastruktur darurat di fasilitas publik vital tersebut.
PLN Lakukan Penormalan Bertahap
PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya (UID Jaya) membenarkan adanya gangguan suplai listrik yang bersumber dari beberapa Gardu Induk (GI). Senior Manager Komunikasi dan Umum PLN UID Jakarta Raya, Haris Andika, menyatakan pihaknya tengah melakukan upaya penormalan secara bertahap. Wilayah yang terdampak meliputi kawasan Thamrin, Bendungan Hilir, Kuningan, Jagakarsa, dan Tebet.
Dalam perkembangan terbaru, PT MRT Jakarta menyampaikan bahwa kondisi kelistrikan di seluruh stasiun telah berhasil dipulihkan dan layanan kembali beroperasi normal. Manajemen MRT Jakarta menyampaikan permintaan maaf kepada penumpang atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan.
Gubernur DKI Harap Insiden Tak Terulang
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyuarakan harapannya agar kejadian pemadaman listrik yang mengganggu operasional MRT tidak terulang. Menurutnya, energi listrik merupakan kebutuhan vital bagi masyarakat kota, khususnya untuk layanan transportasi publik yang menjadi tulang punggung mobilitas jutaan warga setiap harinya.
Ini bukan kali pertama MRT Jakarta mengalami gangguan serupa. Insiden terakhir sebelumnya terjadi pada 9 April 2026 dengan penyebab yang sama, yakni gangguan gardu induk PLN.
