Arusbalik.web.id – Langit malam Indonesia menyajikan tontonan astronomis yang langka pekan ini. Tiga planet sekaligus — Venus, Jupiter, dan Merkurius — tampak berdekatan di cakrawala barat dan bisa disaksikan tanpa peralatan khusus, termasuk pada malam ini, Rabu 10 Juni 2026.
Konjungsi Venus-Jupiter: Puncaknya Kemarin
Dua planet paling terang di tata surya, Venus dan Jupiter, menyuguhkan pemandangan spektakuler di langit malam pada 8 dan 9 Juni 2026. Fenomena ini dapat disaksikan dengan mudah menggunakan mata telanjang di langit barat sesaat setelah matahari terbenam.
Dengan jarak sudut hanya sekitar 1,5 derajat, Venus dan Jupiter terlihat hampir menyatu jika diamati dengan mata telanjang. Pengguna binokular bahkan dapat melihat keduanya dalam satu bidang pandang secara bersamaan.
Fenomena ini terjadi karena perubahan posisi relatif Venus, Bumi, dan Jupiter dalam orbitnya mengelilingi Matahari. Venus yang bergerak lebih cepat sedang tampak naik di langit senja, sementara Jupiter secara bertahap tampak turun dan mendekati cahaya Matahari dari perspektif pengamat di Bumi.
Merkurius Bergabung: Parade Tiga Planet
Sejak sekitar 6 Juni hingga 10 Juni, Venus dan Jupiter sudah tampak berdekatan di atas cakrawala barat, dengan Merkurius terlihat bergabung di bagian bawah keduanya sesaat setelah matahari tenggelam.
Planet Merkurius, Venus, dan Jupiter bisa diamati kala senja dengan posisi Merkurius paling rendah di ufuk, kemudian di atasnya Venus dan Jupiter. Ketiga planet akan terlihat rendah di cakrawala barat setelah senja, dengan Venus sebagai objek paling terang.
Parade tiga planet ini diperkirakan masih dapat diamati hingga akhir Juni di langit barat.
Cara Menyaksikan
Mulailah mengamati langit sekitar 30–45 menit setelah matahari terbenam, ketika matahari sudah sepenuhnya berada di bawah cakrawala. Arahkan pandangan ke langit bagian barat dan cari objek paling terang yang terlihat, yaitu Venus. Pilih lokasi dengan cakrawala barat yang terbuka, datar, dan tidak terhalang gedung, pohon, atau perbukitan.
Cara mudahnya yakni dengan menjauhi daerah perkotaan atau mengunjungi tempat-tempat yang tidak terdampak polusi cahaya. Hindari menggunakan teleskop atau binokular sebelum matahari benar-benar terbenam karena berisiko membahayakan penglihatan jika cahaya matahari masih masuk ke dalam alat optik.
Agenda Langit Selanjutnya di Juni 2026
Parade tiga planet ini hanyalah bagian dari rangkaian fenomena astronomi sepanjang Juni 2026. Pada 17 Juni, Bulan akan melintas di depan Venus dalam fenomena okultasi lunar. Peristiwa ini dapat disaksikan dari sejumlah wilayah di Amerika Serikat, Kanada, Brasil, dan Venezuela. Bagi pengamat di luar jalur utama, Bulan dan Venus tetap akan tampak berdekatan.
Menjelang akhir bulan, langit akan dihiasi Bulan Purnama penuh yang dikenal sebagai Strawberry Moon atau Bulan Stroberi. Nama tersebut bukan karena warna Bulan berubah menjadi merah muda, melainkan berasal dari tradisi suku asli Amerika Utara yang menggunakan bulan purnama Juni sebagai penanda musim panen stroberi.
Setelah konjungsi Venus-Jupiter pada Juni, fenomena konjungsi planet besar berikutnya dijadwalkan terjadi pada 15 November 2026 menjelang fajar, ketika Jupiter dan Mars akan tampak berjarak sekitar 1,2 derajat di langit.
