Arusbalik.web.id – Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi mendorong seluruh aparatur sipil negara (ASN) Kementerian Transmigrasi (Kementrans) untuk bangga dengan tugas dan fungsi mereka. Menurutnya, kontribusi ASN Kementrans terhadap pembangunan masyarakat, bangsa, dan negara sangat signifikan. Hal itu disampaikan dalam kegiatan pembekalan ASN di Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi (BPPMT) Denpasar, Seminyak, Kuta, Badung, Bali, pada Jumat (12/6/2026).
Penguatan BerAKHLAK dan Zona Integritas
Kegiatan pembinaan pegawai ini mengusung tema "Penguatan Budaya Kerja BerAKHLAK dan Semangat Membangun Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi". Seluruh ASN yang bertugas di Pulau Dewata hadir dalam forum tersebut.
Viva Yoga menekankan pentingnya kreativitas, inovasi, dan kreasi dalam menjalankan tugas sebagai ASN. Ia juga mengingatkan seluruh pegawai untuk mengelola anggaran yang bersumber dari APBN secara amanah dan hati-hati. Namun demikian, ia menegaskan bahwa pegawai tidak perlu takut selama peruntukan anggaran jelas dan dapat dipertanggungjawabkan. "Kita melaksanakan program-program sesuai dengan apa yang telah ditentukan," ujarnya.
Program Kementrans Turunan Asta Cita
Viva Yoga, yang sebelumnya menjabat sebagai anggota Komisi IV DPR, menyebut program-program Kementrans merupakan turunan dari agenda Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Salah satunya adalah pembangunan dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi serta pemberantasan kemiskinan.
Ia juga menyinggung sejarah panjang Kementrans yang telah hadir sejak era Presiden Soekarno. Pada salah satu periode, kementerian ini bahkan masuk lima besar kementerian dengan alokasi anggaran terbesar, sehingga mampu membiayai sendiri pembangunan jalan, rumah transmigran, peternakan sapi, hingga saluran irigasi.
9,1 Juta Jiwa Dipindahkan sejak 1950
Sejak program transmigrasi dimulai pada 1950, pemerintah Indonesia telah berhasil memindahkan 2,2 juta kepala keluarga atau setara 9,1 juta jiwa. Viva Yoga menyebut pencapaian ini sebagai yang tidak tertandingi oleh negara mana pun di dunia.
Dalam berbagai kunjungan kerja ke daerah, ia mengaku mendapat pengakuan langsung dari para kepala daerah bahwa kabupaten yang memiliki kawasan transmigrasi tumbuh lebih cepat dibanding daerah yang tidak memilikinya.
Transmigran Disebut Pahlawan Pembangunan
Viva Yoga mengakui bahwa menjadi transmigran bukan perkara mudah. Diperlukan kerja keras untuk mengubah lahan kosong menjadi lahan pertanian dan perkebunan yang produktif. Atas perjuangan itulah, ia menyebut para transmigran yang berhasil layak disebut pahlawan pembangunan.
"Banyak pegawai sudah puluhan tahun di Kementrans dan ikut membangun kawasan transmigrasi," kata pria asal Lamongan, Jawa Timur, itu.
