![]() |
| Istana Elysse, Prancis. / Foto: Departemen Luar Negeri oleh Ron Przysucha/Domain Publik |
Arusbalik.web.id – Penyidik Prancis menggeledah Istana Elysee — kediaman resmi presiden Prancis — pada Kamis (21/5/2026) sebagai bagian dari penyelidikan kasus dugaan korupsi dan jual beli pengaruh. Jaksa Prancis mengonfirmasi tindakan tersebut pada Jumat (22/5/2026), menjadikannya langkah hukum yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap pusat kekuasaan eksekutif Prancis.
Terkait Penunjukan Perusahaan Acara Negara
Penggeledahan di kediaman resmi presiden Prancis berkaitan dengan penyelidikan atas penunjukan berulang perusahaan yang sama selama beberapa tahun untuk menyelenggarakan upacara penghormatan di mausoleum Pantheon, tempat tokoh-tokoh penting Prancis dimakamkan.
Surat kabar mingguan Prancis Le Canard Enchaine menyebut para penyidik sedang menyelidiki alasan perusahaan penyelenggara acara Shortcut Events selama lebih dari dua dekade hingga 2024 terus dipilih untuk menggelar upacara penghormatan di mausoleum Pantheon. Menurut Le Canard Enchaine, upacara terakhir yang diselenggarakan perusahaan tersebut adalah pada 2024 untuk menghormati Missak Manouchian, seorang penyair Armenia tanpa kewarganegaraan yang gugur saat melawan pendudukan Nazi di Prancis selama Perang Dunia II.
Penyelidikan Dibuka sejak Oktober 2025
Jaksa menyatakan penyidik telah menggeledah Istana Elysee sebagai bagian dari penyelidikan yang dibuka pada Oktober 2025 atas dugaan perlakuan istimewa, korupsi, dan jual beli pengaruh.
Pada April, Kepala Jaksa Penuntut Umum Keuangan Nasional Prancis Pascal Prache mengatakan penyidik sempat mencoba menggeledah Istana Elysee, namun ditolak masuk dengan alasan konstitusi menjamin hak imunitas dan inviolabilitas area kepresidenan.
Preseden Hukum yang Langka
Penggeledahan terhadap kompleks Istana Elysee merupakan peristiwa langka dalam sejarah hukum Prancis. Langkah itu menunjukkan tekad otoritas yudisial untuk menerobos batasan imunitas institusional dalam penegakan hukum terhadap dugaan tindak pidana korupsi di lingkungan kekuasaan tertinggi.
Penyelidikan masih berlanjut. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pejabat yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.
_(cropped).jpg)