Tambang Batubara Liushenyu China Meledak, Puluhan Orang Tewas

Arusbalik.web.id – Ledakan gas terjadi di tambang batubara Liushenyu, Provinsi Shanxi, China utara, pada Jumat (22/5/2026) pukul 19.29 waktu setempat. Insiden itu menewaskan puluhan pekerja dan menyebabkan sejumlah lainnya masih terjebak di bawah tanah hingga Sabtu (23/5/2026). Presiden China Xi Jinping memerintahkan upaya maksimal untuk evakuasi dan penyelidikan menyeluruh.

247 Pekerja Berada di Bawah Tanah

Saat ledakan terjadi, ada sekitar 247 orang yang tengah bekerja di bawah tanah. Sebanyak 201 di antaranya telah berhasil dievakuasi dan dinyatakan selamat pada Sabtu (23/5) pukul 06.00.

Kadar karbon monoksida di dalam tambang dilaporkan melebihi batas normal, namun penyebab pasti kecelakaan ini masih dalam tahap investigasi oleh pihak berwenang setempat.

Salah Satu Insiden Paling Mematikan

Tambang batubara Liushenyu diketahui dimiliki oleh perusahaan Tongzhou Group. Peristiwa ledakan di tambang ini tercatat menjadi salah satu insiden paling mematikan dalam satu dekade terakhir.

Shanxi, salah satu provinsi dengan tingkat ekonomi yang relatif tertinggal di China, merupakan pusat pertambangan batubara negara tersebut. Keselamatan tambang di China telah mengalami peningkatan dalam beberapa dekade terakhir, namun kecelakaan masih sering terjadi di industri yang protokol keselamatannya kerap longgar. 

Xi Jinping Perintahkan Penyelidikan

Presiden Xi Jinping menanggapi serius insiden tersebut dan menyerukan kepada pihak berwenang agar mengerahkan segala upaya untuk evakuasi dan perawatan para korban. Ia menekankan bahwa semua daerah dan departemen harus mengambil pelajaran dari kecelakaan ini dan tegas mencegah terulangnya kejadian serupa.

Proses evakuasi dan penyelidikan masih berlangsung. Jumlah korban meninggal dunia berpotensi bertambah seiring operasi penyelamatan yang terus berjalan.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama