Sekolah Rakyat Siap Buka Juli 2026, Tampung 45 Ribu Siswa Miskin

Arusbalik.web.id – Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melakukan pertemuan dengan Menteri Sosial Saifullah Yusuf guna membahas pembukaan Sekolah Rakyat untuk tahun ajaran baru yang dimulai pada Juli 2026, Sabtu (30/5/2026) di Jakarta. Program itu ditargetkan mampu memberikan akses pendidikan, penginapan, kesehatan, dan kehidupan layak kepada lebih dari 45 ribu anak dari keluarga kurang mampu, anak putus sekolah, maupun anak yang selama ini belum pernah menimba pendidikan formal.

93 Gedung Dikebut Selesai Juni 2026

Hingga 25 Mei 2026, rata-rata progres fisik pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di 93 lokasi telah mencapai 62,63 persen. Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menargetkan seluruhnya selesai dan fungsional pada Juli 2026.

Untuk mempercepat penyelesaian, Kementerian PU membentuk Satuan Tugas Percepatan Pembangunan Sekolah Rakyat, menambah tenaga kerja, menerapkan tiga shift kerja, serta memperkuat koordinasi lintas sektor. Hingga 25 Mei 2026, pembangunan Sekolah Rakyat telah menyerap 71.579 tenaga kerja.

Target 30 Ribu Siswa Baru

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan pihaknya menargetkan 30 ribu siswa baru pada tahun ini. Jika ditambahkan dengan hampir 16 ribu siswa dari tahun sebelumnya, total siswa Sekolah Rakyat akan mencapai sekitar 46 ribu.

Perekrutan siswa baru akan dilakukan oleh para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), yang akan mendapatkan pelatihan khusus guna mencegah praktik suap dalam proses seleksi.

Verifikasi Ketat Pastikan Tepat Sasaran

Setelah proses penjaringan selesai, calon siswa akan menjalani tahapan verifikasi data oleh Badan Pusat Statistik dan Dinas Sosial sebelum ditetapkan sebagai peserta didik Sekolah Rakyat. Sekolah Rakyat mencakup jenjang SD, SMP, dan SMA, dengan fasilitas yang memanfaatkan gedung milik Kemensos, Balai Latihan Kerja, dan fasilitas pemerintah daerah sambil menunggu gedung permanen rampung.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama