Viva Yoga: 61 Bupati Ajukan Kawasan Transmigrasi Baru

 

Arusbalik.web.id – Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi mengungkapkan antusiasme tinggi para kepala daerah terhadap program transmigrasi. Sebanyak 61 bupati dari berbagai wilayah Indonesia telah mengajukan proposal pembukaan kawasan transmigrasi baru di daerahnya masing-masing. Pernyataan itu disampaikan Viva Yoga saat mengisi podcast pada salah satu media di Jakarta, Rabu, 21 Mei 2026.

Bupati Berlomba Buka Kawasan Baru

Para bupati mengajukan proposal lantaran program transmigrasi dinilai terbukti mengubah kawasan terisolasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. Viva Yoga menjelaskan, kawasan yang sebelumnya kosong dan minim penduduk dapat berkembang menjadi desa, kecamatan, bahkan kabupaten setelah ditempati para transmigran.

Sejak pertama dijalankan pada 1950, program transmigrasi tercatat telah melahirkan 1.567 desa, 466 kecamatan, 116 kabupaten, dan tiga provinsi — yakni Kalimantan Utara, Sulawesi Barat, dan Papua Selatan. Viva Yoga menegaskan angka itu akan terus bertambah apabila seluruh proposal yang diajukan para bupati direalisasikan.

Transmigrasi Berbeda dari Urbanisasi

Dalam kesempatan yang sama, Viva Yoga menekankan perbedaan mendasar antara transmigrasi dan urbanisasi. Urbanisasi merupakan perpindahan penduduk dari desa ke kota atas inisiatif sendiri, tanpa jaminan lapangan kerja maupun bekal keterampilan memadai, sehingga kerap memicu kemiskinan dan pengangguran di perkotaan.

Transmigrasi, sebaliknya, dikelola secara terencana oleh pemerintah pusat dan daerah. Setiap transmigran mendapat lahan, rumah, serta jaminan hidup selama satu hingga satu setengah tahun. Sebelum ditempatkan, mereka juga dilatih agar mampu mengolah lahan yang diberikan.

Paradigma Baru: Dari Top Down ke Bottom Up

Viva Yoga turut menjelaskan perubahan paradigma yang menjadi salah satu daya tarik program ini bagi pemerintah daerah. Pada era Orde Baru, seluruh kebijakan dan penempatan transmigran ditentukan sepenuhnya oleh pemerintah pusat. Pasca reformasi, paradigma bergeser menjadi bottom up — pemerintah daerahlah yang menentukan ada atau tidaknya program transmigrasi di wilayahnya.

Pergeseran ini membuat para bupati lebih leluasa mendorong pembukaan kawasan sesuai kebutuhan dan potensi daerah masing-masing. Di 154 kawasan transmigrasi yang ada saat ini, setiap wilayah dikembangkan secara tematik dengan komoditas unggulan berbeda. Jambi berfokus pada sawit, Musi Banyuasin pada padi, Gorontalo Utara pada kelapa, serta kawasan Sulawesi Tengah pada cokelat, durian, dan kakao.

Viva Yoga Minta Kementerian Tidak Digabung

Merujuk pada tingginya minat daerah dan capaian program selama puluhan tahun, Viva Yoga berharap Kementerian Transmigrasi ke depan tidak kembali digabungkan dengan kementerian lain. Menurutnya, transmigrasi memiliki peran strategis tersendiri dalam mendukung pemerataan pembangunan nasional.

Program transmigrasi yang berjalan sejak era Presiden Soekarno hingga pemerintahan Presiden Prabowo Subianto itu dinilai tetap relevan sebagai instrumen pemerataan pembangunan. Realisasi 61 proposal kawasan baru yang diajukan para bupati masih menunggu keputusan lebih lanjut dari pemerintah pusat.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama