Arusbalik.web.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk sejumlah wilayah Indonesia pada Rabu, 10 Juni 2026. Sebagian besar wilayah di Indonesia diprediksi dilanda hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat, disertai sejumlah wilayah yang diperkirakan mengalami angin kencang.
Penyebab: Sirkulasi Siklonik dan Gelombang Atmosfer
BMKG menerangkan bahwa ada beberapa dinamika atmosfer yang mengakibatkan munculnya potensi hujan lebat dan angin kencang di Indonesia. Salah satu dinamika tersebut adalah Madden-Julian Oscillation (MJO) yang secara konvektif memengaruhi atmosfer sejumlah wilayah.
Sirkulasi siklonik terbentuk di Samudera Pasifik timur Filipina dan Selat Makassar. Sistem tersebut membentuk daerah konvergensi dan konfluensi yang memanjang di Samudera Pasifik timur Filipina dan Selat Makasar, serta di sekitar sirkulasi tersebut.
Selain itu, BMKG menyebut adanya gelombang Kelvin dan Rossby Ekuatorial yang diprediksi aktif di berbagai wilayah Indonesia. Sirkulasi siklonik juga berpotensi terbentuk di Samudra Pasifik utara Papua dan membentuk daerah konvergensi serta konfluensi memanjang di beberapa lokasi. Tidak hanya fenomena regional, labilitas atmosfer yang kuat juga berpotensi mendukung proses konvektif pada skala lokal.
Daftar Wilayah Terdampak
Peningkatan hujan dengan intensitas sedang perlu diwaspadai di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua.
Untuk kategori Siaga dengan potensi hujan lebat hingga sangat lebat, wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan tertinggi adalah Maluku, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.
Potensi Bencana Hidrometeorologi
BMKG menyatakan potensi cuaca ekstrem dapat memicu bencana hidrometeorologi. Oleh karena itu, masyarakat dan para pemangku kepentingan diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan. Pengendara juga perlu waspada terhadap potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang, yang berpotensi mengganggu kelancaran perjalanan.
BMKG mengimbau agar mewaspadai potensi pohon atau dahan tumbang, baliho roboh, genangan, dan sambaran petir dengan menghindari berteduh di bawah pohon, papan reklame, atau bangunan rapuh.
Musim Kemarau Mulai Masuk, tapi Ekstrem Belum Reda
Meski sebagian wilayah mulai memasuki musim kemarau, ancaman cuaca ekstrem belum sepenuhnya mereda. Analisis perkembangan musim kemarau menunjukkan bahwa sebanyak 28,6% wilayah zona musim di Indonesia sudah memasuki musim kemarau, yang didominasi oleh wilayah di selatan Indonesia. Namun dinamika atmosfer yang masih aktif membuat wilayah-wilayah di luar zona kemarau tetap rentan terhadap hujan lebat dalam beberapa hari ke depan.
Masyarakat disarankan memantau informasi peringatan dini secara berkala melalui aplikasi InfoBMKG atau situs resmi bmkg.go.id, mengingat kondisi cuaca dapat berubah sewaktu-waktu.
