Arusbalik.web.id – Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menyerang kapal kargo MSC Sariska yang berafiliasi dengan Amerika Serikat dan Israel menggunakan rudal jelajah, Selasa, 2 Juni 2026. Serangan ini merupakan balasan atas serangan AS terhadap kapal komersial Iran, Lian Star, di Teluk Oman sehari sebelumnya. Ketegangan antara Iran dan AS terus meningkat di tengah status gencatan senjata yang berjalan rapuh.
IRGC: Balasan atas Serangan AS di Teluk Oman
IRGC mengklaim serangan tersebut sebagai balasan setelah Amerika menyerang kapal komersial Iran, Lian Star, dengan rudal di Laut Oman. MSC Sariska, kapal berbendera Panama, menjadi sasaran di dekat perairan Irak dan mengalami ledakan besar.
IRGC menegaskan bahwa setiap agresi AS di Selat Hormuz akan ditanggapi dengan respons yang tegas.
Latar Belakang: Konflik AS-Iran sejak Februari
Pada 28 Februari, AS dan Israel secara sepihak mulai menyerang sejumlah target di Iran, termasuk Teheran. Agresi militer tersebut menewaskan lebih dari 3.000 orang serta menimbulkan kerusakan infrastruktur. Washington dan Teheran kemudian mengumumkan gencatan senjata pada 8 April.
Aksi Saling Serang di Tengah Gencatan Senjata
Di tengah gencatan senjata, aksi saling serang antara AS dan Iran masih berlanjut. AS menyebut telah membombardir sejumlah lokasi radar dan fasilitas drone di Iran sebagai balasan atas tindakan Iran yang menembak jatuh drone milik AS. Iran kemudian mengklaim menargetkan militer AS di Kuwait dengan rudal, namun AS menyebut serangan itu berhasil dicegat.
Pejabat dari kedua negara disebut masih berupaya merundingkan kesepakatan untuk mengakhiri konflik. Namun situasi tetap rapuh karena setiap serangan baru berpotensi memutus jalur negosiasi yang ada.
