Arusbalik.web.id – Nilai tukar rupiah melemah ke level Rp 17.864 per dolar AS pada Selasa, 2 Juni 2026. Bersamaan dengan itu, harga minyak dunia melonjak lebih dari 4 persen setelah Iran menghentikan negosiasi dengan Amerika Serikat. Kombinasi dua tekanan ini meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi domestik dalam jangka pendek.
Rupiah Tertekan di Level Rp 17.864
Rupiah turun ke Rp 17.864 per dolar AS berdasarkan kurs BCA, BMRI, dan BBNI per 2 Juni 2026. Pelemahan ini terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian global yang dipicu oleh eskalasi konflik di Timur Tengah.
Minyak Dunia Melonjak Imbas Ketegangan Iran-AS
Harga minyak dunia melonjak lebih dari 4 persen setelah Iran menghentikan negosiasi dengan AS. Serangan Iran terhadap kapal kargo di dekat perairan Irak memperburuk sentimen pasar global yang sudah sensitif terhadap perkembangan Selat Hormuz.
Bank Indonesia Siapkan Respons
Bank Indonesia menyiapkan 5 strategi untuk menghadapi tantangan ekonomi baik dari dalam maupun luar negeri. Dengan langkah ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan 4,9–5,7 persen pada 2026.
Perkembangan konflik Iran-AS akan terus dipantau pasar keuangan global. Stabilitas harga energi menjadi kunci utama bagi pergerakan rupiah dan inflasi domestik dalam beberapa pekan ke depan.
