Jakarta, Arusbalik.web.id — Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama sejumlah aliansi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi menggelar aksi demonstrasi bertajuk "Aksi Menuju Indonesia Bangkrut" di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, pada Jumat, 12 Juni 2026. Aksi ini berlanjut dengan dampak lalu lintas yang dirasakan hingga Sabtu pagi, 13 Juni 2026.
Latar Belakang Aksi
Ketua BEM UI Yatalathof Ma'shum Imawan menyatakan bahwa aksi ini merupakan puncak keresahan mahasiswa atas kondisi ekonomi dan demokrasi yang dinilai kian merosot. Menurutnya, kritik yang disampaikan lewat data selama ini selalu diabaikan dan pemerintah dinilai memilih mengelak daripada bertanggung jawab.
BEM UI menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya tumbuh di atas kertas, sementara di tingkat masyarakat bawah tidak ada perubahan berarti. Harga kebutuhan pokok naik, lapangan kerja menyempit, dan beban pajak dinilai memberatkan rakyat.
Lima Tuntutan Mahasiswa
Dalam aksi tersebut, para mahasiswa menyampaikan lima tuntutan kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto:
- Stop pemborosan APBN
- Turunkan harga kebutuhan pokok dan BBM
- Hentikan program MBG dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih
- Hentikan militerisme di ranah sipil
- Prabowo berhenti mengelak dan mengakui kesalahan pemerintah
Mobilisasi dan Pengamanan
Ribuan mahasiswa bertolak dari kampus UI Depok menuju Bundaran HI mulai pukul 10.00 WIB. Selain BEM UI, aksi diikuti BEM KM IPB, BEM PNJ, BEM Universitas Pancasila, Aliansi BEM Gunadarma, FMN Pusat, FMN UI, Pembebasan, dan Semar UI.
Polda Metro Jaya menurunkan 4.151 personel gabungan — terdiri dari 3.651 personel Polri dan 500 personel TNI — untuk mengamankan jalannya aksi.
Massa Dicegat, Dialihkan ke DPR
Sejumlah rombongan mahasiswa dilaporkan mengalami hambatan dalam perjalanan menuju Bundaran HI akibat penyekatan aparat di beberapa ruas jalan. Bus yang mengangkut massa BEM UI dilaporkan dicegat di kawasan Semanggi. Polda Metro Jaya kemudian meminta mahasiswa memindahkan titik aksi ke kawasan DPR/MPR. Pada siang harinya, sebagian massa dikabarkan telah berada di Gedung DPR/MPR RI.
Imbas aksi tersebut, jalur Bundaran HI menuju Semanggi sempat ditutup, menyebabkan gangguan lalu lintas di kawasan pusat Jakarta. Amnesty International Indonesia juga mendesak agar TNI tidak dilibatkan dalam pengamanan demonstrasi mahasiswa.
