TEP 2026: Kemendesa Rekrut 1.476 Sarjana untuk 53 Kawasan Transmigrasi

Viva Yoga, Wakil Menteri Transmigrasi

Arusbalik.web.id – Kementerian Transmigrasi memperluas program Tim Ekspedisi Patriot (TEP) ke tahap 2026 dengan menambah tiga perguruan tinggi negeri mitra baru. Sebanyak 1.476 peserta terpilih dari 10.359 pendaftar akan ditempatkan di 53 kawasan transmigrasi prioritas di seluruh Indonesia. Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi mengumumkan hal ini di Kalibata, Jakarta, Rabu, 4 Juni 2026.

PTN Mitra Bertambah Jadi Sepuluh Universitas

TEP 2025 sebelumnya melibatkan tujuh PTN — UI, IPB, ITB, Universitas Padjadjaran, UGM, Universitas Diponegoro, dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember — untuk meriset potensi sumber daya alam dan ekonomi di 154 kawasan transmigrasi. Pada TEP 2026, tiga universitas baru bergabung: Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya, dan Universitas Hasanuddin.

1.476 Peserta Tersebar di 53 Kawasan Prioritas

Dari total peserta yang lolos seleksi, 246 orang bertugas sebagai ketua tim dan 1.230 orang sebagai anggota tim. Mereka akan ditempatkan di 41 Kawasan Transmigrasi Prioritas Nasional, 10 Kawasan Transmigrasi di Pulau Papua, dan 2 Kawasan Transmigrasi Prioritas Kementerian. Pendaftar berasal dari berbagai jenjang pendidikan — sarjana, magister, hingga doktor — termasuk dari luar negeri.

TEP 2026 Fokus pada Implementasi, Bukan Sekadar Riset

Berbeda dari TEP 2025 yang berorientasi pada pengumpulan data dan rekomendasi kebijakan, TEP 2026 diarahkan pada implementasi hasil riset yang sudah ada. Peserta didorong mengolaborasikan keahlian akademik mereka bersama transmigran, masyarakat lokal, dan pemerintah daerah setempat. Kawasan penempatan umumnya berada di wilayah terpencil dengan keterbatasan infrastruktur dan transportasi.

Kementerian Transmigrasi menargetkan TEP 2026 menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi baru di kawasan pinggiran melalui kolaborasi antara akademisi, transmigran, dan pemerintah daerah.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama