Arusbalik.web.id – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengungkap hampir 5 juta warga Yaman menghadapi ancaman krisis pangan akut. Untuk menanganinya, PBB mengusulkan dana sebesar Rp 38,7 triliun guna mendukung operasi bantuan kemanusiaan yang bertujuan menyelamatkan nyawa masyarakat di negara yang dilanda konflik tersebut.
Konflik Berkepanjangan Perparah Kondisi
Yaman telah dilanda perang saudara sejak 2015 antara pemerintah yang didukung koalisi Arab Saudi dan kelompok Houthi yang didukung Iran. Konflik ini menghancurkan infrastruktur pangan, kesehatan, dan perekonomian negara, menjadikan Yaman salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia.
Kebutuhan Dana Mendesak
PBB menyatakan dana tersebut bersifat mendesak untuk mendukung distribusi bantuan pangan dan kemanusiaan kepada jutaan warga yang terdampak. Tanpa intervensi segera, angka kelaparan diperkirakan akan terus meningkat seiring memburuknya akses distribusi di wilayah konflik.
Tekanan Geopolitik Global
Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, termasuk krisis Yaman, turut memicu ketidakpastian ekonomi global dan fluktuasi harga komoditas yang berdampak pada pasar keuangan internasional.
PBB mendesak komunitas internasional untuk segera merespons usulan pendanaan tersebut. Tanpa dukungan global yang nyata, jutaan warga Yaman berisiko menghadapi dampak kelaparan yang semakin parah dalam beberapa bulan ke depan.
