IHSG Anjlok ke 5.644, Modal Asing Kabur Rp 66 Triliun

 

Arusbalik.web.id – HSG mencatatkan rekor terendah baru 2026 di level 5.644,23 pada perdagangan Rabu (3/6), sementara rupiah menembus Rp 18.000 per dolar AS. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat.

Rupiah Sentuh Level Bersejarah

Rupiah melemah ke rekor terendah baru sekitar Rp 18.020 per dolar AS pada Kamis (4/6), tertekan karena indeks dolar bertahan mendekati level tertinggi dua bulan. Pada Jumat pagi (5/6), rupiah kembali melemah ke Rp 18.066 per dolar AS, dengan perkiraan nilai tukar berada dalam rentang Rp 18.050–18.120.  (Merdeka)

Asing Kabur, Kepemilikan Obligasi Anjlok

Data resmi menunjukkan kepemilikan asing atas obligasi pemerintah Indonesia turun ke level terendah hampir 20 tahun per 2 Juni, sementara kepemilikan asing atas saham domestik turun ke level terendah dalam beberapa tahun. Investor asing mencatatkan jual bersih senilai Rp 66,20 triliun sepanjang tahun berjalan.

Lima Kekhawatiran Investor Global

Analis mengidentifikasi beberapa faktor utama yang menekan pasar: sentimen rebalancing MSCI yang mempengaruhi aliran modal asing, ketegangan geopolitik di Timur Tengah, tren kenaikan suku bunga global, kekhawatiran fiskal domestik, serta aturan penempatan devisa hasil ekspor sumber daya alam (DHE SDA).  (Inikata)

Menkeu: Rupiah Akan Pulih

Menkeu Purbaya menyatakan pemerintah menilai pergerakan nilai tukar jangka pendek sering dipengaruhi sentimen dan rumor di pasar, dan rupiah akan memiliki peluang menguat setelah dampak kebijakan DHE SDA mulai terlihat.

Inflasi tahunan juga meningkat menjadi 3,08 persen pada Mei dari 2,42 persen pada April, didorong oleh biaya makanan dan transportasi. Pemerintah menyatakan akan terus memantau pergerakan pasar dan menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama