Anies Baswedan Kritik Prabowo soal Rupiah: Rakyat Butuh Kepastian, Bukan Ketenangan Semu

 

Arusbalik.web.id – Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melontarkan kritik tajam kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Rabu (20/5/2026). Ia menilai kondisi Indonesia saat ini tidak baik-baik saja — rupiah jatuh ke titik terendah sepanjang sejarah, harga kebutuhan pokok naik, kesempatan kerja menyempit, daya beli rumah tangga melemah, dan tabungan masyarakat terus tergerus. 

Kritik atas Ketenangan Semu

Anies menegaskan bahwa yang paling dibutuhkan pasar dan publik saat ini adalah kepastian, bukan ketenangan semu. Menurutnya, pemerintah justru sebaliknya — menyajikan narasi yang menenangkan tanpa transparansi.

Ia menilai pemerintah kerap menutup-nutupi situasi sebenarnya, hanya menampilkan data yang baik sementara indikator buruk disembunyikan.

Respons Prabowo

Presiden Prabowo sebelumnya merespons santai soal rupiah, menyebut rakyat di desa tidak memakai dolar dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, kondisi pangan dan energi Indonesia saat ini masih aman meski rupiah melampaui Rp17.500 per dolar AS.

Inkonsistensi Kebijakan Jadi Sorotan

Anies menyoroti inkonsistensi kebijakan yang membuat kepercayaan publik terhadap pemerintah goyah, karena apa yang dinyatakan hari ini bisa berbeda esok harinya. Ia juga mengkritik pejabat publik yang terkesan menyepelekan situasi, bahkan diiringi candaan. 

Kritik Anies muncul di tengah tekanan ekonomi global yang terus menguat. Ia mengingatkan tantangan ke depan masih panjang, mulai dari situasi geopolitik global yang memanas, konflik di Timur Tengah, hingga ancaman El Nino yang disebut menjadi salah satu yang terkuat dalam sejarah. 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama