Cuaca Idul Adha 27 Mei 2026: BMKG Catat Potensi Hujan

Arusbalik.web.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan potensi hujan lebat di sejumlah wilayah Indonesia pada 26–27 Mei 2026. Peringatan ini dikeluarkan bertepatan dengan pelaksanaan Hari Raya Idul Adha 1447 H pada Rabu, 27 Mei 2026, di mana jutaan umat Muslim dijadwalkan melaksanakan Shalat Iduladha secara berjamaah di lapangan terbuka di seluruh penjuru Indonesia.

Kondisi Cuaca Masa Peralihan Musim

Berdasarkan analisis BMKG, kondisi cuaca Indonesia dalam beberapa hari terakhir masih menunjukkan dinamika khas masa peralihan musim. Pada periode 18–20 Mei 2026, suhu maksimum di atas 35 derajat Celsius masih terpantau di sejumlah wilayah. Kondisi terik pada pagi hingga siang hari berpotensi mendukung pembentukan awan hujan, terutama pada sore hingga malam hari.

Dari sisi iklim global, ENSO terpantau berada pada fase El Niño Condition, ditandai dengan nilai SOI sebesar -11,5 dan indeks NINO 3.4 sebesar +0,68. Kondisi ini berpengaruh pada pola cuaca di sebagian besar wilayah Indonesia.

Wilayah yang Berpotensi Terdampak

Aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) diprakirakan berada pada fase 4 atau Maritime Continent, dan berpotensi aktif di sejumlah wilayah. Berdasarkan analisis filter spasial BMKG, wilayah yang perlu diwaspadai meliputi Kepulauan Riau, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, bagian selatan Maluku Utara, serta bagian utara Papua.

Kondisi ini berpotensi meningkatkan peluang pembentukan hujan lebat disertai angin kencang di wilayah-wilayah tersebut, termasuk pada pagi hari saat pelaksanaan Shalat Iduladha berlangsung. BMKG mengimbau masyarakat untuk memantau informasi cuaca terkini sebelum berangkat ke lokasi shalat.

Idul Adha Bersamaan Hari Jamu Nasional

Pemerintah menetapkan 27 Mei 2026 sebagai hari libur nasional dalam rangka Hari Raya Idul Adha 1447 H. Kementerian Agama menyatakan bahwa Idul Adha identik dengan ibadah kurban, mengenang keteladanan Nabi Ibrahim AS. Masyarakat akan melaksanakan penyembelihan hewan kurban berupa sapi, kambing, atau domba untuk dibagikan kepada yang membutuhkan.

Pada tanggal yang sama, Indonesia juga memperingati Hari Jamu Nasional. Penetapan hari ini secara resmi dimulai sejak 2008 sebagai bentuk pengakuan terhadap minuman herbal tradisional berbahan rempah seperti kunyit, jahe, temulawak, kencur, dan asam jawa sebagai warisan budaya bangsa.

BMKG mengimbau masyarakat, khususnya di wilayah berpotensi hujan, untuk tetap memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi BMKG sebelum dan selama pelaksanaan ibadah Idul Adha. Informasi cuaca terkini dapat diakses melalui aplikasi Info BMKG dan laman bmkg.go.id.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama