Arusbalik.web.id – Sudah tujuh hari pencarian berlangsung, namun misteri hilangnya jemaah Indonesia di Makkah belum terpecahkan. Jemaah bernama Muhammad Firdaus Ahlan dari kloter JKG 27 dilaporkan hilang sejak 15 Mei 2026. PPIH bersama aparat Arab Saudi terus melakukan pencarian intensif dan mengimbau jemaah melapor jika menemukan informasi terkait keberadaan Firdaus.
Keluar Sendirian Tanpa Identitas
Rekaman CCTV hotel pukul 09.04 waktu Arab Saudi memperlihatkan Firdaus keluar hotel sendirian tanpa kartu identitas maupun telepon seluler, hanya mengenakan gelang haji. Sebelumnya, pada Kamis malam, Firdaus sempat mengalami kelelahan dan gangguan kesehatan saat menjalani umrah wajib.
Sang istri, Nafsiah Nawan yang juga jemaah haji, menuturkan bahwa Firdaus menjalani aktivitas yang sangat terbatas dan berfokus pada ibadah. Kegiatannya sehari-hari hanya salat, istirahat, dan sesekali berjalan di sekitar hotel.
Kendala Pencarian di Tengah Jutaan Jemaah
Ketiadaan tanda pengenal resmi seperti kartu identitas jemaah menjadi kendala utama dalam proses identifikasi lapangan. Mengingat jutaan orang dari seluruh dunia memadati Makkah, proses pencarian memerlukan ketelitian yang luar biasa tinggi.
PPIH membentuk beberapa tim pencarian untuk menyisir berbagai lokasi. Tim pertama melakukan pencarian di hotel-hotel dan area Masjidil Haram, sementara tim kedua menyisir jalan-jalan di sekitar Kota Makkah.
Istri Baru Tahu Sore Hari
Pada sore harinya sekitar pukul 16.00 waktu setempat, Nafsiah mendatangi kamar suaminya dan mendapati Firdaus belum kembali sejak siang hari. Setelah mengetahui suaminya hilang, ia langsung menghubungi ketiga anaknya di Jakarta dan melaporkan kejadian kepada ketua kloter.
PPIH mengimbau seluruh jemaah haji Indonesia untuk tidak bepergian sendirian dan selalu membawa kartu identitas selama berada di Tanah Suci. Puncak haji 2026 semakin dekat, dan keselamatan jemaah menjadi prioritas utama.
