![]() |
| Presiden Prabowo berpidato di DPR RI. Foto: Screenshot Yt. CNN |
Arusbalik.web.id – Presiden Prabowo Subianto menghadiri langsung Rapat Paripurna DPR RI di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026), untuk menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) sebagai landasan penyusunan RAPBN 2027. Kehadiran Prabowo menjadi yang pertama dalam sejarah dilakukan seorang presiden secara langsung, menggantikan kebiasaan yang selama ini diwakili menteri keuangan.
Tradisi Baru di Gedung Parlemen
Selama ini, penyampaian KEM-PPKF di hadapan DPR lazimnya dilakukan oleh Menteri Keuangan atas nama presiden. Wakil Ketua DPR Saan Mustopa menyebut langkah Prabowo sebagai momen yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah ketatanegaraan Indonesia.
"Rencananya seperti itu ya. Jadi untuk penyampaian kerangka ekonomi makro, terus juga pokok-pokok kebijakan fiskal yang akan disampaikan langsung oleh Presiden," ujar Saan di Kompleks Parlemen, Selasa (19/5/2026).
Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun turut menegaskan hal serupa. Menurutnya, penyampaian KEM-PPKF merupakan babak awal pembahasan anggaran negara untuk tahun berikutnya, dan kehadiran langsung presiden menjadikannya tonggak baru dalam komunikasi antara eksekutif dan legislatif.
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menambahkan bahwa secara prinsip tidak ada aturan yang melarang presiden hadir langsung, mengingat para menteri sejatinya hanya mewakili kepala negara dalam menyampaikan kebijakan pemerintah kepada parlemen.
Momentum Hari Kebangkitan Nasional
Prabowo dijadwalkan menyampaikan pidato selama 45 menit mulai pukul 10.25 WIB, setelah rapat paripurna resmi dibuka. Mensesneg Prasetyo Hadi menyatakan pemilihan tanggal 20 Mei bukan kebetulan semata — Prabowo ingin memanfaatkan momentum Hari Kebangkitan Nasional ke-118 untuk menyatukan pandangan dan kekuatan bangsa.
"Kebetulan tanggal 20 Hari Kebangkitan Nasional, jadi Presiden ingin memanfaatkan momentum untuk sekali lagi kita menyatukan pandangan dan kekuatan sebagai satu bangsa, terutama di dalam menjalankan tugas menjaga perekonomian bangsa kita," kata Prasetyo.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya juga menyebut akan ada pesan-pesan penting yang termuat dalam KEM-PPKF, dan Prabowo sendiri yang ingin menyampaikannya secara langsung. "Itu ada pesan-pesan penting yang di KEM-PPKF, di mana di situ ada program-program unggulan Presiden, jadi harus dia yang ngomong, bukan saya," kata Purbaya.
Sinyal Keseriusan di Tengah Tekanan Ekonomi
Direktur Eksekutif Indonesia Political Review, Iwan Setiawan, menilai langkah Prabowo tampil langsung di hadapan DPR sebagai sinyal kuat bahwa pemerintah serius merespons tekanan ekonomi global yang semakin berat, termasuk pelemahan rupiah yang terus berlanjut dalam beberapa pekan terakhir.
Menurut Iwan, penyampaian langsung oleh presiden juga memberi bobot politik yang lebih besar terhadap arah kebijakan fiskal yang akan disampaikan, sekaligus memperkuat posisi tawar pemerintah dalam pembahasan anggaran bersama DPR ke depannya.
KEM-PPKF yang disampaikan hari ini akan menjadi dasar penyusunan Rancangan APBN 2027 yang nantinya akan dibahas lebih lanjut bersama komisi-komisi terkait di DPR sebelum disahkan menjadi undang-undang.
Pidato Prabowo di Rapat Paripurna DPR hari ini menandai babak baru dalam komunikasi kebijakan fiskal antara eksekutif dan legislatif, sekaligus menjadi ujian kepercayaan publik terhadap arah ekonomi pemerintah di tengah tekanan global yang belum mereda.
