Jakarta, Arusbalik.web.id — Sekitar 1.500 mahasiswa Universitas Indonesia (UI) berencana turun ke jalan pada Jumat, 12 Juni 2026. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) seluruh fakultas UI akan menggelar aksi demonstrasi bertajuk "Menuju Indonesia Bangkrut" di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Menteng, Jakarta Pusat, mulai pukul 10.00 WIB. Aksi ini diperkirakan menjadi salah satu demonstrasi mahasiswa terbesar di Jakarta dalam beberapa bulan terakhir.
Siapa yang Turun dan Mengapa
Ketua BEM UI, Yatalathof Ma'shum Imawan, menyebut aksi ini lahir dari akumulasi kekecewaan terhadap kondisi ekonomi dan politik yang dinilai semakin memburuk. "Sudah hampir dua tahun memporak-porandakan negara. Rupiah naik diremehkan, HAM tidak dihiraukan, program tidak jelas dilanjutkan," demikian bunyi unggahan resmi akun Instagram @bemui_official.
Mahasiswa menilai situasi saat ini tidak bisa dibiarkan. Rupiah pernah menyentuh Rp 18.187 per dolar AS pada 8 Juni 2026 — terendah sepanjang sejarah. Harga Pertamax naik dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter per 10 Juni 2026. Tarif angkutan umum di Jabodetabek ikut naik rata-rata 15 persen.
Lima Tuntutan Mahasiswa
BEM UI membawa lima tuntutan resmi hasil konsolidasi internal seluruh BEM fakultas pada 10 Juni 2026. Kelimanya ditujukan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto.
Pertama, hentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai bermasalah secara tata kelola sejak terkuaknya kasus korupsi mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana. Kedua, hentikan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih yang dianggap memotong anggaran dana desa tanpa lokasi strategis. Ketiga, hentikan pemborosan APBN. Keempat, turunkan harga kebutuhan pokok dan BBM. Kelima, hentikan militerisme di ruang-ruang sipil.
Sebelumnya Ada Aksi di Depan BGN
Rencana aksi BEM UI ini bukan yang pertama dalam sepekan. Pada Rabu, 10 Juni 2026, aliansi MBG Watch lebih dulu menggelar demonstrasi di depan kantor BGN Jakarta. Massa memasang garis kuning sebagai simbol tuntutan evaluasi menyeluruh terhadap program MBG.
Minta Maaf soal Kemacetan
Yatalathof telah meminta maaf kepada warga Jakarta atas potensi kemacetan di sekitar Bundaran HI. "Kemacetan lalu lintas esok hanya berlangsung beberapa jam. Di sisi lain, kemacetan mobilitas sosial, kemacetan lapangan kerja, dan kemacetan masa depan yang dipaksakan sistem ini kepada rakyat itu sudah jauh lebih lama berlangsung selama puluhan tahun," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (11/6/2026).
Pihak kepolisian telah menyiapkan rekayasa lalu lintas di kawasan Bundaran HI selama aksi berlangsung. Warga diminta menghindari jalur Jalan MH Thamrin dan Sudirman sementara demo berlangsung.
