HMPS TBI Universitas Al-Qolam Malang Gelar Pekan Inovasi dan Riset

Mahasiswa HMPS TBI Al-Qolam

Malang, Arusbalik.web.id — Himpunan Mahasiswa Program Studi Tadris Bahasa Indonesia (HMPS TBI) Universitas Al-Qolam Malang menyelenggarakan Pekan Inovasi dan Riset pada Kamis, 11 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 07.30 hingga 12.00 WIB itu dihadiri seluruh pengurus HMPS TBI, mahasiswa Program Studi Tadris Bahasa Indonesia, dan sejumlah tamu undangan. Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan budaya menulis, mendorong kreativitas, dan memperkuat semangat riset di kalangan mahasiswa.

Kaprodi Buka Acara, Tekankan Produktivitas Akademik

Acara dibuka secara resmi oleh Ketua Program Studi Tadris Bahasa Indonesia, Kholik, M.Pd. Dalam sambutannya, ia berharap kegiatan ini menjadi wadah produktif bagi mahasiswa untuk menuangkan ide-ide inovatif serta hasil penelitian yang bermanfaat, khususnya bagi pengembangan Program Studi Tadris Bahasa Indonesia ke depan.

Alumni Terbaik Bagikan Strategi Tembus Jurnal Sinta

Kegiatan menghadirkan Syaifudin Zuhri, S.Pd., alumni lulusan terbaik Tadris Bahasa Indonesia angkatan 2023, sebagai narasumber tunggal. Ia membawakan materi seputar penulisan karya ilmiah dan strategi publikasi jurnal ilmiah bereputasi.

Syaifudin membuka sesi dengan mendorong mahasiswa agar memaksimalkan kemampuan berpikir kritis dan kecerdasan akademiknya. Menurutnya, peluang seperti beasiswa dan pengakuan ilmiah akan datang dengan sendirinya sebagai buah dari kerja keras dan karya nyata.

Enam Poin Materi: Dari IMRaD hingga Gap Penelitian

Dalam pemaparannya, Syaifudin menyampaikan enam poin utama. Pertama, ia mengenalkan ekosistem publikasi ilmiah nasional melalui portal Sinta (Science and Technology Index) yang memiliki peringkat Sinta 1 hingga Sinta 5, serta pengindeksan internasional Scopus. Peserta didorong menargetkan karya ilmiahnya masuk minimal pada peringkat Sinta 3 hingga Sinta 4 sebagai standar kualitas publikasi di dunia pendidikan.

Kedua, ia menjelaskan alur sistematis penulisan karya ilmiah, mulai dari menentukan judul, menyusun topik dan gap penelitian, merumuskan masalah, hingga menyusun naskah menggunakan struktur IMRaD — Introduction, Methods, Results, and Discussion.

Ketiga, ia menegaskan standar penulisan ilmiah yang baik wajib memuat kata kunci yang relevan, abstrak yang padat, penggunaan EYD yang tepat, serta pengelolaan sitasi menggunakan aplikasi seperti Mendeley atau Zotero dengan format APA Style maupun Vancouver.

Keempat, merespons pertanyaan peserta soal cara menemukan gap penelitian, Syaifudin menyarankan agar mahasiswa mengumpulkan minimal 10 jurnal bereputasi Sinta, membacanya secara manual, membandingkan satu sama lain, lalu mengidentifikasi celah yang belum dibahas. Dari celah itulah novelty dan gap penelitian dapat ditemukan.

Kelima, ia menekankan pentingnya kebiasaan menulis secara fokus dan tuntas dalam satu waktu duduk guna melatih konsistensi. Keenam, menyikapi pertanyaan tentang deteksi AI dalam tulisan ilmiah, ia menjelaskan bahwa pola bahasa yang dihasilkan kecerdasan buatan cenderung seragam dan kurang mencerminkan kedalaman analisis personal. Peserta diimbau untuk benar-benar menulis dengan gaya dan pemikiran sendiri.

HMPS TBI: Riset Bukan Sekadar Tugas Akademik

Ketua HMPS TBI menyatakan kegiatan ini merupakan bukti bahwa mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia mampu bergerak dan berpikir kritis melampaui ruang kelas. Organisasi ini meyakini inovasi dan riset adalah dua pilar penting yang harus ditanamkan sejak dini agar mahasiswa berani mengangkat permasalahan nyata dan menawarkan solusi melalui pendekatan ilmiah yang terstruktur.

Pekan Inovasi dan Riset diharapkan menjadi tradisi ilmiah tahunan yang mengakar kuat di lingkungan HMPS TBI dan membawa nama Program Studi Tadris Bahasa Indonesia semakin dikenal di jenjang akademik yang lebih luas.

Penulis: Layla Zuhria (Mahasiswi TBI Universitas Al-Qolam Malang)

Redaktur: Muhammad Jazuli 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama