Jakarta, Arusbalik.web.id – Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) mengambil langkah konkret dalam memperkuat layanan navigasi penerbangan nasional. Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menggelar rapat strategis bersama Direktur Utama Perum AirNav Indonesia (LPPNPI), Capt. Avirianto Suratno, untuk membahas penguatan sistem guna menghadapi pertumbuhan lalu lintas udara yang terus meningkat di Indonesia.
Rapat tersebut turut dihadiri Deputi Bidang Fasilitasi dan Sinergi Pembangunan BP BUMN, Hambra. Berbagai langkah strategis dibahas guna memastikan sistem navigasi penerbangan nasional mampu mendukung peningkatan mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi yang terus berkembang.
Navigasi Berbasis Teknologi Jadi Prioritas
Dony Oskaria menegaskan bahwa penguatan sistem navigasi berbasis teknologi merupakan langkah krusial untuk memastikan layanan penerbangan yang semakin aman, efisien, dan berstandar global. Peningkatan kapasitas sistem dan pemanfaatan teknologi terkini dinilai penting untuk mendukung efisiensi pengelolaan lalu lintas udara, meningkatkan ketepatan waktu penerbangan, serta menjaga standar keselamatan sesuai praktik internasional.
AirNav Indonesia sebagai lembaga penyelenggara layanan navigasi penerbangan memiliki peran strategis dalam memastikan setiap penerbangan berlangsung secara aman, tertib, dan terkoordinasi dengan baik di ruang udara nasional.
Modernisasi ATMAS Ditargetkan Beroperasi Penuh Juni 2026
Dalam perkembangan terkait, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) Kementerian Perhubungan bersama AirNav Indonesia tengah mengimplementasikan modernisasi Air Traffic Management Automation System (ATMAS) di New Jakarta Air Traffic Services Centre (JATSC). Sistem ini ditargetkan beroperasi penuh pada Juni 2026, setelah sebelumnya sukses diterapkan di Medan, Pontianak, dan Balikpapan.
Ditjen Hubud juga telah menerbitkan Surat Edaran Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor SE-DJPU 11 Tahun 2026 tentang Pelaporan dan Penanganan GNSS RFI (gangguan frekuensi radio pada sistem navigasi satelit), sebagai respons atas meningkatnya gangguan terhadap sistem navigasi pesawat modern.
Sinergi Lintas Pemangku Kepentingan
BP BUMN mendorong AirNav Indonesia untuk terus meningkatkan inovasi dan memperkuat koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan di sektor penerbangan, termasuk operator bandara, maskapai, serta regulator. Sinergi tersebut dinilai penting untuk memastikan pengelolaan ruang udara nasional berjalan optimal dan mendukung konektivitas antarwilayah di Indonesia.
Direktur Utama AirNav Indonesia Capt. Avirianto Suratno menyatakan bahwa dengan penguatan sistem dan peningkatan kualitas layanan, AirNav Indonesia berkomitmen untuk semakin memperkuat perannya dalam menjaga keselamatan penerbangan nasional sekaligus mendukung pertumbuhan sektor transportasi udara yang berkelanjutan.
