Teheran, Arusbalik.web.id – Penembakan kapal tanker minyak Iran oleh militer Amerika Serikat di dekat Selat Hormuz pada Rabu (3/6/2026) dini hari menjadi pemicu terbaru baku tembak antara kedua negara, memicu rangkaian serangan balasan yang meningkatkan ketegangan di kawasan Teluk.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengungkapkan bahwa pasukan AS menembaki kapal tanker minyak Iran di dekat Selat Hormuz hingga merusak ruang mesin, yang menjadi awal dari bentrokan bersenjata yang kemudian berkembang menjadi saling serang antara kedua pihak.
Saling Balas Serangan
Sebagai respons, IRGC meluncurkan serangan rudal angkatan laut ke kapal yang disebut sebagai kapal AS-Israel. Situasi semakin memanas setelah militer AS membalas dengan menyerang menara komunikasi IRGC di selatan Pulau Qeshm. Ketegangan berujung pada serangan Iran terhadap sejumlah fasilitas militer AS di kawasan Teluk.
Konteks: Konflik Panjang Sejak Februari
Ketegangan geopolitik di Selat Hormuz terus meningkat sepanjang periode ini. Gencatan senjata pernah berlaku pada April 2026 melalui mediasi Pakistan, namun situasi kembali memburuk setelah kedua pihak saling menuduh melanggar kesepakatan.
Terbaru, UEA juga menuding Iran menyerang kapal tanker ADNOC menggunakan drone di Selat Hormuz. Eskalasi ini kembali mendorong harga minyak dunia melonjak tajam dan memperburuk ketidakpastian pasokan energi global.
Situasi di Selat Hormuz terus dipantau ketat oleh komunitas internasional mengingat jalur ini merupakan salah satu arteri energi terpenting di dunia.
